Maret 16, 2016

virus zika

mengenal zika virus


Dilansir dari Komentar yang di terbitkan oleh lancet volume 4 edisi maret 2016 dengan judul artikel “ZIKA VIRUS OUTBREAK IN THE AMERICAS: THE NEED FOR NOVEL MOSQUITO CONTROL METHODS

Zika virus pertama kali dideteksi tersebar di daratan Amerika, tepatnya Pulau Barat pada Februari 2014. Pada may 2015 16 pasien dinyatakan ossitif terinveksi virus zika di Brazil tepatnya di Negara bagian Bahia dan Rio Grande do Norte. Hingga akhirnya 22 negara bagian Amerika teridentifikasi menjadi penyebaran virus ini.

Seseorang yang terkena virus zika akan mengalami gejala ringan seperti sakit kepala, ruam, nyeri sendi, konjungtivitis). Virus Zika dikaitkan dengan kejadian dari microcepalus pada bayi, jika menyerang ibu hamil. Hal ini diidentifikasi pada November 2015, setelah dilakukan obsevasi pada 4000 kasus mikrocepalus di Brazil dari 440.000-1.3 Milyar yang terinfeksi. Sehingga beberapa Negara di Amerika yaitu Colombia, Ecuador, El savador, dan jamaika mengeluarkan kebijakan untuk mencegah terjadinya kehamilan hingga 2018.

ZIKV (Zika Virus) merupakan bagian dari genus flavivirus yang berhubungan dengan virus demam (DENV-dengue virus), dengan Aedes aegypti sebagai host. Hingga saat ini upaya pencegahan ZIKV baik berupa pengobatan maupun vaksin belum tersedia, sehingga upaya preventif yang dilakukan berupa managemen pencegahan berkembangnya larva nyamuk penyebab ZIVK.

Hasil penelitian terbaru menemukan bahwa genus aegypti penyebab ZIKV merupakan spesies baru yang kebal terhadap infeksi arbotavirus (lebih kuat dari genus dengue). Sehingga pengobatan untuk dengue tidak dapat diberikan pada penderita ZIKV. Para ahli genetik berupaya memahami struktur gen ZIKV, dan mendapati titik terang bahwa Wolbachia (sejenis bakteri yang berada pada genus arbovirus-chikungunya, yellow fever virus) dapat menghambat replikasi dari ZIKV. Ini menjadi awal penelitian pengobatan dan pencegahan ZIKV.

Tantangan penyakit inveksi di masa yang akan datang adalah dengan menekan perkembangan populasi nyamuk Aides Aegypti sebagai penyebab  ZIKV, DENV, chikungunya dan Yellow fever Virus. Sehingga replikasi genetic dapat dicegah.

By. Laith Yakob dan Thomas Walker
Dept. of Disease Control-London School of Hygiene dan Tropical Medicine

Ditulis ulang dan dialih bahasakan oleh : Bayu Irianti
Dosen D.III Kebidanan STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Maret, 2016