Agustus 23, 2016

Ketika anda memutuskan untuk melakukan persalinan dirumah berikut hal-hal yang perlu diperhatikan :

BAGAIMANA UNTUK MENENTUKAN BIDAN YANG COCOK UNTUK PENDAMPING SELAMA PERSALIANN DIRUMAH :
Hal tersebut haruslah menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini :
1  Bagaimana dia menjadi bidan ?
2  Pelatihan apa saja yang telah diikutinya?
3 Apakah ia telah disertifikasi atau mendapatkan lisensi dari organisasi bidan?
Apakah ia mengikuti organisasi kebidanan lain, seperti forum diskusi, workshop atau jurnal professional?
5  Apa yang menjadi dasar filosofi dalam persalinan menurutnya?
Berapa banyak persalinan yang telah ditolongnya selama menjadi bidan?
Berapa besar pembayaran untuk asuhannya, apa saja yang didapatkan, dan termasuk apa saja?
Apa saja yang termasuk dalam jasa asuhan prenatal? (deteksi dini masalah bagi ibu dan bayi, informasi nutrisi, latihan yang dianjurkan, asuhan rumah, pendidikan kesehatan bagi orang tua melalui buku, video dan tingkatan)
  Apakah ia bekerja dengan bidan lain atau menjadi asisten persalinan ditempat lain?
 Apa yang akan dia lakukan jika dalam satu waktu terdapat 2 persalianan?
11.Bagaimana cara menghubunginya, apakah ia memiliki alat komunikasi yang dapat diakses 24 jam?
12.Apakah ia dapat mengatasi persalinan beresiko seperti persalinan multiple atau sungsang?
13.Bagaimana cara dia melakukan pertolongan kegawatdaruratan yang dapat terjadi selama persalinan berlangsung?
14.Apa saja alat standard an peralatan kegawat daruratan yang dibawanya? Obat atau herbal apa yang biasa digunakannya?
15.Apa alat yang tidak dibawanya dan mengapa?
16.Apakah ia memiliki jaringan pada dokter yang dapat menjawab pertanyaan kegawatdaruratan selama kehamilan dan persalinan?
17.Apa alat yang digunakannya untuk melakukan rujukan-alat transportasi?
18.Fasilitas medis apa yang  biasa digunakannya? Apakah ia memiliki catatan yang baik selama bekerja dengan staff difasilitas kesehatan?
19.Jenis pelayanan postpartum apa yang diberikannya? (frekwensi pemeriksaan bayi, kunjungan postpartum)

Sangat penting untuk menanyakan hal-hal tersebut secara jelas untuk menyesuaikan harapan anda terhadap bidan yang akan mendampingi selama persalinan. Siapkan dan diskusikan kekhawatiran yang anda miliki, beritahu dia sebarapa banyak pengetahuan yang anda miliki mengenai persalinan dan apa yang seharusnya diketahui.
Pertimbangkan setiap jawaban yang diberikan oleh bidan, jika anda setuju dan percaya dengannya baik secara fisik, mental, spiritual maka dialah bidan yang anda cari.

BAGAIMANA MENEMUKAN BIDAN YANG DIHARAPKAN
Terkadang anda harus menyelidiki sendiri untuk mendapatkan bidan yang anda inginkan. Semenjak dipilihnya pendamping persalinan anda, merupakan salah satu hal terpenting dalam membuat keputusan persalinan, hal tersebut memerlukan perhatian yang ekstra dan mencari dengan hati-hati.
1  Anda dapat mencari info di midwifery today
2  Gunakan yellow pages
3 Hubungi pelatihan persalinan, pelatihan orangtua, atau organisasi  bidan lainnya
   Hubungi IBI

JIKA RUMAH SAKIT YANG MENJADI TEMPAT PILIHAN ANDA

SEBERAPA AMANKAH RUMAH SAKIT UNTUK BERSALIN ?
Dokter berpendapat bahwa persalinan dirumah sakit menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Walapun pendapat tersebut benar, ini tidak berate bahwa rumah sakit tidak lagi bertanggungjawab akan kejadian tersebut, pendapat tersebut salah. Pada tahun 1920, kelas menengah melakukan persalinan di rumah sakit jika keadaan persalinan menjadi tidak aman. Pada pertengahan tahun 1920 setengah masyarakat kota bersalin di rumah sakit, dan pada tahun 1939, setengah dari ibu dan 75% dari wanita kota mendapatkan persalinan di rumah sakit. Meskipun berganti, angka kematian ibu tidak menurun secara drastic, yaitu 63/10.000 kelahiran pada tahun 1915 hingga akhir 1930, ketika obat sulfa dan antibiotika diberikan untuk mengobati infeksi menjadi cara yang kuat yang digunakan oleh praktisi obstetric. Selama masa tersebut, angka kematian ibu di kota, ketika persalinan menjadi di rumah sakit menjadi hal biasa, hal tersebut menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Kematian neonatal karena trauma persalinan meningkat dari 40% menjadi 50% antara tahun 1915 dan 1920.

“…  satu dari banyak kejadian potensial menurut obstetric adalah bahwa wanita dan bayi meninggal dalam jumlah yang besar hingga ahli obstetric menyelamatkan mereka dari  kebinasaan proses alam dan ketidaktahuan dari bidan. Dari sebagian besar kebaikan tersebut benar. Bagian akhir dari suatu proses dan obat bahwa ahli onstetrik memiliki keterkaitan antara ibu dan bayi sejak saat itu, termasuk forcep, memiliki kontribusi besar dalam kematian ibu dan bayi daripada menyelamatkan mereka.”

Kutipan dari pendapat obstetric vs hasil penelitian : panduan literautur bagi medis, oleh Henci Goer, Bergin & Garvey, 1995

Apakah dokter berhak mendapatkan penghargaan untuk penurunan kematian ibu dan janin lebih dari 70-80 tahun lalu? Atau mungkin, kematian bayi sangat rendah beberapa abad lalu ketika pertolongan persalinan oleh bidan di rumah. Ketika pengobatan keluarga, termasuk bidan, telah dikurangi sejak  17-18 abad lalu, dan diambil alih oleh dokter. Ada satu karakter yang tidak dimiliki oleh seorang bidan-mereka melakukan pembedahan. Dan mereka memiliki satu kebiasaan buruk yaitu tidak melakukan cuci tangan  sebelum melakukan pembedahan, atau mengganti pakaian mereka yang penuh dengan darah. Tidak aneh jika bayi demam, terjadi infeksi nifas, menjadi penyebab kematian terbesar saat ini?

“Akhirnya… pada akhir abad ke-19, Ignacz Semmelweiss berbicara pada dokter “cuci tanganmu” dan semenjak saat itu, demam pada bayi menghilang. Sekarang focus saya terhadap pengobatan modern adalah menurunkan angka kematian bayi tetapi tetap memahami dan tidak menyalahkan peningkatan sebelumnya.”

Kutipan dari “Childbirth Alternatives and Infant Outcome: A Pediatric View," by Robert S. Mendelsohn, MD, in Safe Alternatives in Childbirth, NAPSAC 1977

PERLENGKAPAN BIDAN

1.      Monoaural
2.      Dopler jika ada
3.      Spignomanometer dan stetoskop
4.      Metlin
5.      Klem (2)
6.      Nalfoder
7.      Penjepit tali pusat
8.      Masquitos
9.      Gunting tali pusat
10.  Bak instrument
11.  Handscoond steril
12.  Hanschoond non steril
13.  Handscoond panjang
14.  Jelli
15.  Suntikan 5cc dan 3cc
16.  Benang crom
17.  Lidokain
18.  Metergin
19.  Tetracycline atau erythromycin
20.  Vit K
21.  Kertas lakmus
22.  Pack tes urine
23.  Slim sucher
24.  Balon karet
25.  Betadine
26.  Alkohol
27.  Flet enema
28.  Cairan
29.  Timbangan bayi
30.  Oksigen
31.  Infuse set
32.  Transportasi
33.  selimut
PERLENGKAPAN PERSALINAN YANG DIMINTA OLEH BIDAN
Ibu bersalin harus menyiapkan hal-hal berikut 2 minggu sebeum taksiran persalinan, diantaranya :
1.      1 set sepray bersih
2.      Kantung plastic untuk pakaian kotor dan sampah
3.      1 box berisikan kantong plastic 10-15
4.      Pakaian (dengan warna terang 8-10 stel)
5.      Handuk (6-8 dengan warna terang, setengahnya handuk tangan setengahnya handuk mandi)
6.      Minyak zaitun tertutup
7.      Bantal
8.      Alcohol
9.      Hidrogenperoksida
10.  Kapas swab
11.  Alas bokong besar
12.  Daun raspberry
13.  Vitamin
14.  Makanan dan minuman

NUTRISI
Prenatal care merupakan asuhan yang dilakukan ketika mengunjungi bidan.tidak mungkin persalinan dirumah akan berjalan dengan baik tanpa adanya upaya utama mencegah komplikasi-nutrisi. Nutrisi merupakan kunci bayi sehat, kehamilan dan persalinan. Makan makanan yang berasal dari alam. Makan 80-100gr protein per hari. Yakini bahwa kebutuhan karbohidrat terpenuhi, atau cadangan protein anda akan tergunakan untuk mengganti kebutuhan kharbohidrat. Jangan menghindari garam. Sell terdiri dari mineral garam dan tubuh kita terbangun dari jutaan sel-sel baru setiap waktunya. Anda dapat menghindari komplikasi terburuk dengan makan protein yang adekuat serta garam mineral yang anda konsumsi. Anda akan memberikan kesempatan terbaik untuk terhindar dari eklamsi dan preeklamsia atau keracunan, prematuritas, IUGR, berat badan lahir rendah, dan solusio plasenta. Kesehatan yang baik akan membantu anda dalam mencegah perdarahan dan persalinan lama, serta bayi lahir biru


Jika anda mengalami komplikasi seperti diatas, naikan konsumsi protein anda menjadi 100-120gr/hari, tambah asupan mineral dan anda akan melihat gejala tersebut menghilang. Dengan keadaan anda senang maka membantu bayi juga. 

Maret 16, 2016

virus zika

mengenal zika virus


Dilansir dari Komentar yang di terbitkan oleh lancet volume 4 edisi maret 2016 dengan judul artikel “ZIKA VIRUS OUTBREAK IN THE AMERICAS: THE NEED FOR NOVEL MOSQUITO CONTROL METHODS

Zika virus pertama kali dideteksi tersebar di daratan Amerika, tepatnya Pulau Barat pada Februari 2014. Pada may 2015 16 pasien dinyatakan ossitif terinveksi virus zika di Brazil tepatnya di Negara bagian Bahia dan Rio Grande do Norte. Hingga akhirnya 22 negara bagian Amerika teridentifikasi menjadi penyebaran virus ini.

Seseorang yang terkena virus zika akan mengalami gejala ringan seperti sakit kepala, ruam, nyeri sendi, konjungtivitis). Virus Zika dikaitkan dengan kejadian dari microcepalus pada bayi, jika menyerang ibu hamil. Hal ini diidentifikasi pada November 2015, setelah dilakukan obsevasi pada 4000 kasus mikrocepalus di Brazil dari 440.000-1.3 Milyar yang terinfeksi. Sehingga beberapa Negara di Amerika yaitu Colombia, Ecuador, El savador, dan jamaika mengeluarkan kebijakan untuk mencegah terjadinya kehamilan hingga 2018.

ZIKV (Zika Virus) merupakan bagian dari genus flavivirus yang berhubungan dengan virus demam (DENV-dengue virus), dengan Aedes aegypti sebagai host. Hingga saat ini upaya pencegahan ZIKV baik berupa pengobatan maupun vaksin belum tersedia, sehingga upaya preventif yang dilakukan berupa managemen pencegahan berkembangnya larva nyamuk penyebab ZIVK.

Hasil penelitian terbaru menemukan bahwa genus aegypti penyebab ZIKV merupakan spesies baru yang kebal terhadap infeksi arbotavirus (lebih kuat dari genus dengue). Sehingga pengobatan untuk dengue tidak dapat diberikan pada penderita ZIKV. Para ahli genetik berupaya memahami struktur gen ZIKV, dan mendapati titik terang bahwa Wolbachia (sejenis bakteri yang berada pada genus arbovirus-chikungunya, yellow fever virus) dapat menghambat replikasi dari ZIKV. Ini menjadi awal penelitian pengobatan dan pencegahan ZIKV.

Tantangan penyakit inveksi di masa yang akan datang adalah dengan menekan perkembangan populasi nyamuk Aides Aegypti sebagai penyebab  ZIKV, DENV, chikungunya dan Yellow fever Virus. Sehingga replikasi genetic dapat dicegah.

By. Laith Yakob dan Thomas Walker
Dept. of Disease Control-London School of Hygiene dan Tropical Medicine

Ditulis ulang dan dialih bahasakan oleh : Bayu Irianti
Dosen D.III Kebidanan STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Maret, 2016

Desember 30, 2014

PHOSPHOLIPID SINDROME DAN KEHAMILAN


Apa itu Anti PHOSPHOLIPID SINDROME - APS?
APS atau Phospholipid sindrom dikenal juga sebagai Hughes syndrome, merupakan penyakit autoimmune, dimana terjadinya ikatan antara protein plasma dengan phospolipid yang menimbulkan trombositopeni pada penderita.(1-3) berbeda dengan lupus dimana terjadinya kerusakan organ dan jaringan akibat dari respon immune yang menyebabkan implamasi, APS lebih berkaitan dengan system darah. (4)

Siapa yang mungkin terkena Anti PHOSPHOLIPID SINDROME - APS?
Tidak dinyatakan secara pasti siapa atau apa yang dapat menyebabkan terjadinya APS ini, namun beberapa penelitian menghubungkan antara kejadian APS dengan penyakit immunitas lain yaitu Lupus. Selain itu infeksi sipilis, hepatistis C, factor keluarga dengan riwayat APS dan gangguan peredaran darah pun dianggap menjadi pemicu. (5-7) APS terjadi sekitar 20-35%  pada wanita dengan Lupus. Selain itu prevalensi APS banyak terjadi pada wanita usia subur. Jarang terjadi pada masa anak-anak dan hanya 12% terjadi pada usia >50 tahun. (6-7)

Gejala seperti apa yang ditimbulkan Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS?
Perbedaan yang hampir tidak jelas antara lupus dan antiphospolipid syndrome diakibatkan karena gejala trombositopenia yang ditemukan pada kedua kasus, tidak memiliki perbedaan yang signifikan(8-9) hal inilah yang sering menjadi bias dalam penegakan APS dan lupus berdasarkan tanda dan gejala yang terjadi.
Pada APS, gejala yang sering muncul yaitu thrombosis pada vena atau arteri, pada pemeriksaan lab didapatkan adanya antibody positif terhadap antipospholipid, adanya gangguan pada katup jantung, thrombocytopenia atau nyeri kepala seperti migraine. (5, 7)


Apa yang akan terjadi pada penderita Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS?
APS dapat menyebabkan Angka kejadian stenosis arteri ginjal dengan prevalensi yang cukup tinggi, selain itu stenosis arteri intraserebral dan celiac pun dilaporkan terjadi pada APS, endocarditis, miocardiac infarction(5)  dan 3,5 kali wanita dgn APS memungkinkan terjadi tromboemboli vena. (6-7)

Bagaimana AntiPHOSPHOLIPID SINDROME – APS pada wanita hamil?
Wanita hamil dengan APS memiliki kemungkinan terjadinya gangguan selama kehamilan, dan memungkinkan terjadinya kematian janin sebesar 20%. Hanya sekitar 2% wanita dengan APS yang melalui kehamilan tanpa adanya masalah yang signifikan. (10)
APS pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran (72,7% abortus spontan), Pertumbuhan Janin Terhambat (18.1 PJT), preeklamsia, abrupsi plasenta, kelahiran preterm (45.4% preterm), Intra Uterin Fetal Death  (36.6% IUFD). Selain itu APS meningkatkan terjadinya thrombosis vena pada kaki, paru-paru, ginjal dan kepala serta organ tubuh ibu lainnya sehingga mengakibatkan kerusakan pada organ. (2, 6-7)

Kapan dicurigai terjadinya AntiPHOSPHOLIPID SINDROME – APS pada wanita hamil?
Pada wanita kecurigaan terhadap APS dapat ditegakkan bila terjadinya kematian janin dan abortus kurang dari 10 minggu tanpa penyebab yang jelas baik berulang ataupun tidak, riwayat prematuritas sebelum usia gestasi 34 minggu dikarenakan preeklamsia-eklamsia atau isufisiensi plasenta. Pada kasus-kasus tersebut,  perlu dilakukannya tes laboratorium (ELISA) dan pemeriksaan penunjang (Doppler USG, cerebral angiography, MRI) untuk dapat menegakan diagnose pasti dan mendiagnosa secara dini kejadian APS, karena kehamilan dengan APS memerlukan pengawasan lebih dan penatalaksanaan khusus (6-7)

Teraphy apa yang biasa digunakan pada Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS?
Pada kasus APS terapi yang diberikan merupakan obat-obatan yang berfungsi sebagai antikoagulasi, sehingga dapat memisahkan ikatan antara plasma dan lipid sehingga dapat mengurangi keluhan yang diakibatkan akibat dari ikatan tersebut. Terapi yang biasa diberikan diantaranya selama kehamilan diberikan aspirin (80% dokter memberikannya sebagai terapi), predniso (sebanyak 60% penggunaannya), hidroxychloroquine (sebanyak 50%penggunaanya), heparin (sebanyak 40%). Kombinasi heparin dan aspirin memiliki efektifitas 54%, dan dapat menurunkan angka kejadian abortus dengan RR 0.46 95% Ci 0,29-0,71. Pada sebagian wanita terapi warfarin (gabungan aspirin dengan heparin) diperlukan dalam jangka waktu lama. Namun penggunaan terapi ini dianggap aman walaupun ibu menyusui bayinya pada masa postpartum(6)

 Kontrasepsi yang aman digunakan oleh wanita dengan Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS
Prinsip penggunaan kontrasepsi pada wanita dengan APS pada dasarnya adalah kontrasepsi yang tidak memperberat system peredaran darah, sehingga penggunaan IUD lebih dianjurkan, walaupun kontrasepsi hormonal dengan progestine tunggal tidak meningkatkan kejadian thrombosis. (6)

    Berdasarkan pemaparan sebelumnya jelaslah bahwa penyebab terjadinya gangguan pada kehamilan saat ini tidak hanya disebabkan oleh infeksi miikroorganisme atau virus, namun kelainan imunitas dan genetik pun menjadi penyebab kuat, sehingga penapisan sebelum kehamilan menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat.


DAFTAR REFERENSI
  1. Jacob H, Rand R, Lucia, Wolgast. Dos and don’ts in diagnosing antiphospholipid syndrome.  American Society of Haematology. American: PEARLS AND PITFALLS IN THE HEMATOLOGY LAB: CLOTTING AND BLEEDING; 2012
  2. Chou A-K, Hsieh S-C, Su Y-N, Jeng S-F, Chen C-Y, Chou H-C. neonatal and pregnancy outcome in primary antiphospholipid syndrome: a 10 years experience in one medical centre. Pediatric Neonatal Elsevier. 2009;10(4):4.
  3. Doria A, Tincani A, Lockshin3 aM. Challenges of lupus pregnancies. Reumatology journal. 2008:4.
  4. Doria A, Tincan A, Lockshin aM. Challenges of lupus pregnancies. rheumatology journal. 2008(4):iii9.
  5. Mialdea M, Sangle SR, D'Cruz* DP. Review-Antiphospholipid (Hughes) syndrome: beyond pregnancy morbidity and thrombosis. Journal of Autoimmune Diseases. 2009;6(1):5.
  6. Haram K, Jacobsen E-M, Sandset PM. Antiphospholipid Syndrome in Pregnancy. intercopen Norway. 2009(10):15.
  7. Toncani A, Bazzani C, Zingarelli S. Antiphospholipid Syndrome in pregnancy. University Of Michigan. 2008;34(3):2.
  8. Haram K, Svendsen E, Abildgaard aU. The HELLP syndrome: Clinical issues and management. A Review. Biomedical Centre. 2009;9(8):15.
  9. Cuadrado MJ, Mujic F, Muñoz E, Khamashta MA, Hughes GRV. Thrombocytopenia in the antiphospholipid syndrome. Biomedical Journal. 1997;56(1):3.
  10. Keswani SC, Chauhan N. Antiphospholipid syndrome-Article Review. J O U R N A L O F T H E R O Y A L S O C I E T Y O F M E D I C I N E 2002;95(1):7.