Desember 30, 2014

PHOSPHOLIPID SINDROME DAN KEHAMILAN


Apa itu Anti PHOSPHOLIPID SINDROME - APS?
APS atau Phospholipid sindrom dikenal juga sebagai Hughes syndrome, merupakan penyakit autoimmune, dimana terjadinya ikatan antara protein plasma dengan phospolipid yang menimbulkan trombositopeni pada penderita.(1-3) berbeda dengan lupus dimana terjadinya kerusakan organ dan jaringan akibat dari respon immune yang menyebabkan implamasi, APS lebih berkaitan dengan system darah. (4)

Siapa yang mungkin terkena Anti PHOSPHOLIPID SINDROME - APS?
Tidak dinyatakan secara pasti siapa atau apa yang dapat menyebabkan terjadinya APS ini, namun beberapa penelitian menghubungkan antara kejadian APS dengan penyakit immunitas lain yaitu Lupus. Selain itu infeksi sipilis, hepatistis C, factor keluarga dengan riwayat APS dan gangguan peredaran darah pun dianggap menjadi pemicu. (5-7) APS terjadi sekitar 20-35%  pada wanita dengan Lupus. Selain itu prevalensi APS banyak terjadi pada wanita usia subur. Jarang terjadi pada masa anak-anak dan hanya 12% terjadi pada usia >50 tahun. (6-7)

Gejala seperti apa yang ditimbulkan Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS?
Perbedaan yang hampir tidak jelas antara lupus dan antiphospolipid syndrome diakibatkan karena gejala trombositopenia yang ditemukan pada kedua kasus, tidak memiliki perbedaan yang signifikan(8-9) hal inilah yang sering menjadi bias dalam penegakan APS dan lupus berdasarkan tanda dan gejala yang terjadi.
Pada APS, gejala yang sering muncul yaitu thrombosis pada vena atau arteri, pada pemeriksaan lab didapatkan adanya antibody positif terhadap antipospholipid, adanya gangguan pada katup jantung, thrombocytopenia atau nyeri kepala seperti migraine. (5, 7)


Apa yang akan terjadi pada penderita Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS?
APS dapat menyebabkan Angka kejadian stenosis arteri ginjal dengan prevalensi yang cukup tinggi, selain itu stenosis arteri intraserebral dan celiac pun dilaporkan terjadi pada APS, endocarditis, miocardiac infarction(5)  dan 3,5 kali wanita dgn APS memungkinkan terjadi tromboemboli vena. (6-7)

Bagaimana AntiPHOSPHOLIPID SINDROME – APS pada wanita hamil?
Wanita hamil dengan APS memiliki kemungkinan terjadinya gangguan selama kehamilan, dan memungkinkan terjadinya kematian janin sebesar 20%. Hanya sekitar 2% wanita dengan APS yang melalui kehamilan tanpa adanya masalah yang signifikan. (10)
APS pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran (72,7% abortus spontan), Pertumbuhan Janin Terhambat (18.1 PJT), preeklamsia, abrupsi plasenta, kelahiran preterm (45.4% preterm), Intra Uterin Fetal Death  (36.6% IUFD). Selain itu APS meningkatkan terjadinya thrombosis vena pada kaki, paru-paru, ginjal dan kepala serta organ tubuh ibu lainnya sehingga mengakibatkan kerusakan pada organ. (2, 6-7)

Kapan dicurigai terjadinya AntiPHOSPHOLIPID SINDROME – APS pada wanita hamil?
Pada wanita kecurigaan terhadap APS dapat ditegakkan bila terjadinya kematian janin dan abortus kurang dari 10 minggu tanpa penyebab yang jelas baik berulang ataupun tidak, riwayat prematuritas sebelum usia gestasi 34 minggu dikarenakan preeklamsia-eklamsia atau isufisiensi plasenta. Pada kasus-kasus tersebut,  perlu dilakukannya tes laboratorium (ELISA) dan pemeriksaan penunjang (Doppler USG, cerebral angiography, MRI) untuk dapat menegakan diagnose pasti dan mendiagnosa secara dini kejadian APS, karena kehamilan dengan APS memerlukan pengawasan lebih dan penatalaksanaan khusus (6-7)

Teraphy apa yang biasa digunakan pada Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS?
Pada kasus APS terapi yang diberikan merupakan obat-obatan yang berfungsi sebagai antikoagulasi, sehingga dapat memisahkan ikatan antara plasma dan lipid sehingga dapat mengurangi keluhan yang diakibatkan akibat dari ikatan tersebut. Terapi yang biasa diberikan diantaranya selama kehamilan diberikan aspirin (80% dokter memberikannya sebagai terapi), predniso (sebanyak 60% penggunaannya), hidroxychloroquine (sebanyak 50%penggunaanya), heparin (sebanyak 40%). Kombinasi heparin dan aspirin memiliki efektifitas 54%, dan dapat menurunkan angka kejadian abortus dengan RR 0.46 95% Ci 0,29-0,71. Pada sebagian wanita terapi warfarin (gabungan aspirin dengan heparin) diperlukan dalam jangka waktu lama. Namun penggunaan terapi ini dianggap aman walaupun ibu menyusui bayinya pada masa postpartum(6)

 Kontrasepsi yang aman digunakan oleh wanita dengan Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS
Prinsip penggunaan kontrasepsi pada wanita dengan APS pada dasarnya adalah kontrasepsi yang tidak memperberat system peredaran darah, sehingga penggunaan IUD lebih dianjurkan, walaupun kontrasepsi hormonal dengan progestine tunggal tidak meningkatkan kejadian thrombosis. (6)

    Berdasarkan pemaparan sebelumnya jelaslah bahwa penyebab terjadinya gangguan pada kehamilan saat ini tidak hanya disebabkan oleh infeksi miikroorganisme atau virus, namun kelainan imunitas dan genetik pun menjadi penyebab kuat, sehingga penapisan sebelum kehamilan menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat.


DAFTAR REFERENSI
  1. Jacob H, Rand R, Lucia, Wolgast. Dos and don’ts in diagnosing antiphospholipid syndrome.  American Society of Haematology. American: PEARLS AND PITFALLS IN THE HEMATOLOGY LAB: CLOTTING AND BLEEDING; 2012
  2. Chou A-K, Hsieh S-C, Su Y-N, Jeng S-F, Chen C-Y, Chou H-C. neonatal and pregnancy outcome in primary antiphospholipid syndrome: a 10 years experience in one medical centre. Pediatric Neonatal Elsevier. 2009;10(4):4.
  3. Doria A, Tincani A, Lockshin3 aM. Challenges of lupus pregnancies. Reumatology journal. 2008:4.
  4. Doria A, Tincan A, Lockshin aM. Challenges of lupus pregnancies. rheumatology journal. 2008(4):iii9.
  5. Mialdea M, Sangle SR, D'Cruz* DP. Review-Antiphospholipid (Hughes) syndrome: beyond pregnancy morbidity and thrombosis. Journal of Autoimmune Diseases. 2009;6(1):5.
  6. Haram K, Jacobsen E-M, Sandset PM. Antiphospholipid Syndrome in Pregnancy. intercopen Norway. 2009(10):15.
  7. Toncani A, Bazzani C, Zingarelli S. Antiphospholipid Syndrome in pregnancy. University Of Michigan. 2008;34(3):2.
  8. Haram K, Svendsen E, Abildgaard aU. The HELLP syndrome: Clinical issues and management. A Review. Biomedical Centre. 2009;9(8):15.
  9. Cuadrado MJ, Mujic F, Muñoz E, Khamashta MA, Hughes GRV. Thrombocytopenia in the antiphospholipid syndrome. Biomedical Journal. 1997;56(1):3.
  10. Keswani SC, Chauhan N. Antiphospholipid syndrome-Article Review. J O U R N A L O F T H E R O Y A L S O C I E T Y O F M E D I C I N E 2002;95(1):7.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar