Apa
itu Anti PHOSPHOLIPID SINDROME - APS?
APS atau Phospholipid
sindrom dikenal juga sebagai Hughes
syndrome, merupakan penyakit autoimmune, dimana terjadinya ikatan antara
protein plasma dengan phospolipid yang menimbulkan trombositopeni pada
penderita.(1-3) berbeda dengan lupus dimana
terjadinya kerusakan organ dan jaringan akibat dari respon immune yang
menyebabkan implamasi, APS lebih berkaitan dengan system darah. (4)
Siapa yang mungkin terkena Anti PHOSPHOLIPID
SINDROME - APS?
Tidak
dinyatakan secara pasti siapa atau apa yang dapat menyebabkan terjadinya APS
ini, namun beberapa penelitian menghubungkan antara kejadian APS dengan
penyakit immunitas lain yaitu Lupus. Selain itu infeksi sipilis, hepatistis C, factor
keluarga dengan riwayat APS dan gangguan peredaran darah pun dianggap menjadi
pemicu. (5-7) APS terjadi sekitar 20-35% pada wanita dengan Lupus. Selain itu
prevalensi APS banyak terjadi pada wanita usia subur. Jarang terjadi pada masa
anak-anak dan hanya 12% terjadi pada usia >50 tahun. (6-7)
Gejala seperti apa yang ditimbulkan Anti PHOSPHOLIPID
SINDROME – APS?
Perbedaan
yang hampir tidak jelas antara lupus dan antiphospolipid syndrome diakibatkan
karena gejala trombositopenia yang ditemukan pada kedua kasus, tidak memiliki
perbedaan yang signifikan(8-9) hal inilah yang sering menjadi
bias dalam penegakan APS dan lupus berdasarkan tanda dan gejala yang terjadi.
Pada
APS, gejala yang sering muncul yaitu thrombosis pada vena atau arteri, pada
pemeriksaan lab didapatkan adanya antibody positif terhadap antipospholipid,
adanya gangguan pada katup jantung, thrombocytopenia atau nyeri kepala seperti
migraine. (5,
7)
Apa yang akan terjadi pada penderita Anti PHOSPHOLIPID
SINDROME – APS?
APS
dapat menyebabkan Angka kejadian stenosis arteri ginjal dengan prevalensi yang
cukup tinggi, selain itu stenosis arteri intraserebral dan celiac pun
dilaporkan terjadi pada APS, endocarditis, miocardiac infarction(5)
dan 3,5
kali wanita dgn APS memungkinkan terjadi tromboemboli vena. (6-7)
Bagaimana AntiPHOSPHOLIPID SINDROME –
APS pada wanita hamil?
Wanita
hamil dengan APS memiliki kemungkinan terjadinya gangguan selama kehamilan, dan
memungkinkan terjadinya kematian janin sebesar 20%. Hanya sekitar 2% wanita
dengan APS yang melalui kehamilan tanpa adanya masalah yang signifikan. (10)
APS
pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran (72,7% abortus spontan), Pertumbuhan Janin Terhambat (18.1
PJT), preeklamsia, abrupsi plasenta, kelahiran preterm (45.4% preterm), Intra Uterin Fetal Death
(36.6% IUFD). Selain itu APS meningkatkan terjadinya thrombosis vena pada kaki,
paru-paru, ginjal dan kepala serta organ tubuh ibu lainnya sehingga
mengakibatkan kerusakan pada organ. (2,
6-7)
Kapan dicurigai terjadinya
AntiPHOSPHOLIPID SINDROME – APS pada wanita hamil?
Pada
wanita kecurigaan terhadap APS dapat ditegakkan bila terjadinya kematian janin
dan abortus kurang dari 10 minggu tanpa penyebab yang jelas baik berulang
ataupun tidak, riwayat prematuritas sebelum usia gestasi 34 minggu dikarenakan
preeklamsia-eklamsia atau isufisiensi plasenta. Pada kasus-kasus tersebut, perlu dilakukannya tes laboratorium (ELISA) dan
pemeriksaan penunjang (Doppler USG, cerebral angiography, MRI) untuk dapat
menegakan diagnose pasti dan mendiagnosa secara dini kejadian APS, karena
kehamilan dengan APS memerlukan pengawasan lebih dan penatalaksanaan khusus (6-7)
Teraphy apa yang biasa digunakan pada
Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS?
Pada
kasus APS terapi yang diberikan merupakan obat-obatan yang berfungsi sebagai
antikoagulasi, sehingga dapat memisahkan ikatan antara plasma dan lipid
sehingga dapat mengurangi keluhan yang diakibatkan akibat dari ikatan tersebut.
Terapi yang biasa diberikan diantaranya selama kehamilan diberikan aspirin (80%
dokter memberikannya sebagai terapi), predniso (sebanyak 60% penggunaannya),
hidroxychloroquine (sebanyak 50%penggunaanya), heparin (sebanyak 40%).
Kombinasi heparin dan aspirin memiliki efektifitas 54%, dan dapat menurunkan
angka kejadian abortus dengan RR 0.46 95% Ci 0,29-0,71. Pada sebagian wanita
terapi warfarin (gabungan aspirin dengan heparin) diperlukan dalam jangka waktu
lama. Namun penggunaan terapi ini dianggap aman walaupun ibu menyusui bayinya
pada masa postpartum(6)
Kontrasepsi yang aman digunakan oleh
wanita dengan Anti PHOSPHOLIPID SINDROME – APS
Prinsip
penggunaan kontrasepsi pada wanita dengan APS pada dasarnya adalah kontrasepsi
yang tidak memperberat system peredaran darah, sehingga penggunaan IUD lebih
dianjurkan, walaupun kontrasepsi hormonal dengan progestine tunggal tidak
meningkatkan kejadian thrombosis. (6)
Berdasarkan
pemaparan sebelumnya jelaslah bahwa penyebab terjadinya gangguan pada kehamilan
saat ini tidak hanya disebabkan oleh infeksi miikroorganisme atau virus, namun
kelainan imunitas dan genetik pun menjadi penyebab kuat, sehingga penapisan
sebelum kehamilan menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mempersiapkan
kehamilan yang sehat.
DAFTAR REFERENSI
- Jacob H, Rand R, Lucia, Wolgast. Dos and don’ts in diagnosing antiphospholipid syndrome. American Society of Haematology. American: PEARLS AND PITFALLS IN THE HEMATOLOGY LAB: CLOTTING AND BLEEDING; 2012
- Chou A-K, Hsieh S-C, Su Y-N, Jeng S-F, Chen C-Y, Chou H-C. neonatal and pregnancy outcome in primary antiphospholipid syndrome: a 10 years experience in one medical centre. Pediatric Neonatal Elsevier. 2009;10(4):4.
- Doria A, Tincani A, Lockshin3 aM. Challenges of lupus pregnancies. Reumatology journal. 2008:4.
- Doria A, Tincan A, Lockshin aM. Challenges of lupus pregnancies. rheumatology journal. 2008(4):iii9.
- Mialdea M, Sangle SR, D'Cruz* DP. Review-Antiphospholipid (Hughes) syndrome: beyond pregnancy morbidity and thrombosis. Journal of Autoimmune Diseases. 2009;6(1):5.
- Haram K, Jacobsen E-M, Sandset PM. Antiphospholipid Syndrome in Pregnancy. intercopen Norway. 2009(10):15.
- Toncani A, Bazzani C, Zingarelli S. Antiphospholipid Syndrome in pregnancy. University Of Michigan. 2008;34(3):2.
- Haram K, Svendsen E, Abildgaard aU. The HELLP syndrome: Clinical issues and management. A Review. Biomedical Centre. 2009;9(8):15.
- Cuadrado MJ, Mujic F, Muñoz E, Khamashta MA, Hughes GRV. Thrombocytopenia in the antiphospholipid syndrome. Biomedical Journal. 1997;56(1):3.
- Keswani SC, Chauhan N. Antiphospholipid syndrome-Article Review. J O U R N A L O F T H E R O Y A L S O C I E T Y O F M E D I C I N E 2002;95(1):7.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar