Oktober 15, 2012

Kehamilan dan Permasalahannya

DEFENISI KEHAMILAN DAN TRIMESTER 

Periode antepartum atau kehamilan adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan. Periode kehamilan dibagi menjadi 3 tahap yang dikenal dengan istilah trimester (3 bulan), yang masing-masing terdiri dari:
  1. Trimester pertama, yaitu 13 minggu atau 3 bulan menurut hitungan kalender. Trimester pertama secara umum dipertimbangkan berlangsung pada minggu pertama hingga ke-12 (12 minggu) 
  2. Trimester ke-2 pada minggu ke 13 hingga ke 27 (15 minggu) 
  3. Trimester ke tiga pada minggu ke-28 hingga ke-40 (13 minggu). 
(Varney H, 2010, Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Penerbit Buku Kedoteran EGC, Jakarta) 
 
PATHOLOGI KEHAMILAN

Patologi kehamilan adalah penyulit atau gangguan atau komplikasi yang menyertai ibu saat hamil. Patologi merupakan cabang bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciri-ciri dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh. Bidang patologi terdiri atas patologi anatomi dan patologi klinik. Ahli patologi anatomi membuat kajian dengan mengkaji organ sedangkan ahli patologi klinik mengkaji perubahan pada fungsi yang nyata pada fisiologis tubuh.

 (Sujiyatini, dkk. 2009. Asuhan Patologi Kebidanan. Jakarta: Nuha Medika) 
 
Sering kali perempuan yang mengalami kehamilan pertama memiliki banyak kecemasan dan kewaspadaan ekstra, yang menimbulkan kesalahan persepsi akan keadaan kehamilan bermasalah (patologi) yang sebenarnya. ketidaknyamanan akibat perubahan fisiologis tubuh selama hamil yang menimbulkan keluhan-keluhan diluar dari biasa menjadi suatu pencetus kecemasan. sebenarnya jika ibu tetap tenang dan mencoba memahami  perubahan yang terjadi, kecemasan berlebih tidak perlu dilakukan.

seperti halnya periode kehamilan, permasalahan yang terjadi selama hamil mengikuti pola perkembangan kehamilan (janin). masalah-masalah yang sering kali muncul, diantaranya :

TRIMESTER I
   Keadaan mual muntah yang sering kali dianggap biasa harus menjadi suatu kewaspadaan jika menyebabkan penurunan berat badan, mempengaruhi aktifitas sehari-hari dan menyebabkan penurunan tingkat emosi dan kekuatan. keadaan ini dikenal dengan istilah HIPEREMESIS GRAVIDARUM

    Perdarahan yang terjadi pada kehamilan bulan-bulan pertama menjadi ancaman bagi janin. keluarnya darah dari jalan lahir menjadi suatu pencir terjadinya ketidaksejahteraan pada perkembangan janin. Perdarahan pada awal kehamilan dapat menjadi penanda terjadinya kesalahan dalam pembentukan sel-sel janin (hamil anggur-MOLAHIDATIDOSA, kehamilan diluar kandungan-KET (KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU),  sel berkembang tanpa adanya inti janin-BLIGHTED OVUM)
Selain karna gangguan  perkembangan janin, keguguran-ABORTUS, menjadi penyebab perdarahan di awal kehamilan yang sering diketahui oleh perempuan hamil awam.

(A.Siazon.2010; Akhtar M,2012; AJOG,2011;A.Kampono, 2009- Irianti, dkk 2014)

TRIMESTER II dan TRIMESTER III

Anemia
    Defenisi Anemi Yang dimaksud dengan anemia kehamilan adalah jka kadar hemoglobin < 11 gr/dl pada kehamilan trimester 1 dan 3, atau jika kadar hemoglobin. Anemia pada kehamilan merupakan hal yang paling sering terjadi dan hampir menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya masalah selama kehamilan, ataupun menjadi dampak dari masalah pada kehamilan. Seringkali kita salah menafsirkan mengenai anemia karena kehamilan dan anemia yang terjadi jauh sebelum kehamilan berlangsung
   Anemia yang disebabkan karena kehamilan merupakan penurunan kadar haemoglonin akibat dari kehamilan yang terjadi (pada trimester I diakibatkan asupan nutrisi yang tidak terpenuhi dengan baik akibat mual bahkan muntahdan atau seiring pertambahan jumlah plasma darah untuk memenuhi kebutuhan janin yang mengakibatkan darah menjadi encer-pada trimester II akhir menjelang trimester III). Sedangkan anemia yang terjadi jauh sebelum kehamilan, yaitu kadar haemoglobin dibawah kadar seharusnya yang diakibatkan karena asupan makanan yang tidak baik atau akibat dari permasalahan yang berhubungan dengan darah (mentruasi banyak, malaria, penyakit darah lainnya)


Perdarahan
    Perdarahan yang terjadi pada Trimester II dan III berbeda dengan perdarahan yang terjadi pada Trimester I. pada periode ini perdarahan dapat diakibatkan karena lepasnya selaput plasenta (ari-ari) dari dinding rahim (tempat tertanamnya) atau karena penanaman plasenta yang tidak pada seharusnya (fundus-bagian atas rahim, alih-alih tertanam pada bagian bawah rahim sehingga menimbulkan perdarahan saat selaput terlepas akibat dari rangsangan mulas yang menyebabkan mulut rahim terbuka). Lepasnya selaput/bagian plasenta dari tempat tertanam dikenal dengan sebutan ABRUPTIO PLASENTA/SOLUTIO PLASENTA. Sedangkan penanaman plasenta pada bagian bawah rahim dikenal dengan PLASENTA PREVIA.
  
Peningkatan tekanan darah
       Tekanan darah selama hamil akan mengalami peningkatan secara wajar (5-10 poin dari rerata tekanan darah sebelum hamil). Namun pada keadaan bermasalah, peningkatan tekanan darah yang drastis dapat terjadi. peningkatan tekanan darah ini dapat disebabkan karena sebelumnya memiliki catatan tekanan darah tinggi ataupun tekanan darah meningkat secara drastis akibat dari kehamilan. Peningkatan tekanan darah ini akan menjadi permasalahan bagi kehamilan, sehingga diperlukan pemantauan khusus dan inten. Jika peningkatan tekanan darah yang terjadi diikuti dengan tanda fisik seperti adanya bengkak (tidak hanya pada tungkai kaki, karena seiring besarnya kehamilan maka bengkak pada kaki merupakan hal lazim yang dialami oleh 90% wanita hamil) pada wajah dan tangan, disertai pandangan yang berkunang-kunang, hal ini merupakan tanda bahaya saat hamil. kehamilan disertai tanda tersebut, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium pendukung, yaitu air seni (urine). pemeriksaan yang dimaksud adalah pemeriksaan protein dalam urine. jika didapatkan adanya protein dalam urine menyertai tanda-tanda yang telah dipaparkan di atas maka kehamilan yang dialami disertai PREEKLAMSIA. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan bagi ibu dan janin. selain dapat memperparah keadaan ibu (jika disertai kejang-EKLAMSIA, dan menyebabkan masalah lain yang dapat mengancam keselamatan ibu- eklamsia menjadi penyebab kematian ibu terbanyak setelah perdarahan di Indonesia) dapat mempertinggi kematian janin.

Posisi Janin
     Posisi janin menjadi salah satu penentu apakah proses persalinan dapat dilakukan secara normal (pervaginam) atau secara operatif (perut/abdominal dengan sectio secareae). Posisi janin dinyatakan pasti saat usia kehamilan menginjang 36-38 minggu pada kehamilan pertama dan saat kepala sudah masuk ke pintu panggul pada kehamilan lebih dari satu. posisi janin sungsang (bokong menjadi bagian terbawah dan kepala di bagian atas) menjadi salah satu faktor penyulit saat persalinan. Selain itu, posisi kepala bayi yang tidak sesuai dengan sumbu jalan lahir pun akan menjadi penghambat saat proses persalinan. 


PENYAKIT PENYERTA LAIN

Selain beberapa masalah yang telah diungkapkan sebelumnya, terdapat masalah lain yang dapat terjadi pada setiap periode kehamilan, diantaranya:
  1. Pengeluaran lendir tidak normal dari jalan lahir, atau yang dikenal dengan keputihan yang diakibatkan karena penyakit menular seksual. setiap keputihan memiliki ciri tertentu yang menandakan jenis mikroorganisme penyebabnya. namun secara umum hal ini disebabkan karena hubungan seksual yang tidak aman. saat seorang perempuan hamil mengidap keputihan (salah satu tanda penyakit menular seksual-PMS), maka akan berdampak pada kehamilannya. Jika terjadi pada awal kehamilan (Trimester I) dapat menyebabkan keguguran. Pada Trimester II dapat menyebabkan cacat kongenital pada janin, dan pada trimester III dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan janin dan persalinan sebelum waktunya. pada perempuan yang mengalami hal ini, proses persalinan sangat dianjurkan dilakukan secara operatif.
  2. Hepatitis B dan HIV-AIDS
  3. Kelainan metabolisme seperti Diabetes Militus (kencing manis), Hipertiroidism (kelebihan hormon tiroid), Sindrom Phospolipid.
  4. Infeksi saluran kemih
  5. Penyakit saluran pernafasan, seperti Tuberculosis (TBC), Asma, Bronchitis.
  6. Penyakit jantung
  7. Gangguan Psikologis (depresi) 
keseluruhan isi merupakan hasil sintesa dari beberapa sumber jurnal dan teks book obstetri-ginekologi dan kebidanan, baik dari dalam dan luar negri yang telah dibukukan dengan judul ASUHAN KEHAMILAN BERDASARKAN BUKTI-Paradigma Baru Dalam Asuhan Kebidanan; Sagung Seto, 2014. Penulis Irianti, Dkk)

2 komentar:

  1. blognya gak ada spasi,, bingung bacanya,, tpi makasih infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak masukannya...ditunggu masukan lainnya

      Hapus